Cara Mencoblos Sah dan Ketentuan Pelaksanaan di TPS

KPU PAMEKASAN – Pagi itu, Minggu (10/6/2016), halaman kantor KPU Pamekasan terlihat ramai. Orang-orang berdatangan ke halaman kantor penyelenggara pemilu yang terletak di Jalan Brawijaya Nomor 34 Pamekasan itu. Mereka langsung masuk ke halaman KPU dan menuju sebuah tempat berukuran panjang 10 meter dan lebar 8 meter yang diberi tanda batas dengan menggunakan tali. Terdapat pintu masuk dan pintu keluar berbeda di tempat khusus berbatas ini, dan beberapa orang penyandang disabilitas terlihat masuk area dengan menggunakan kursi roda.

Sebanyak tujuh orang terlihat sibuk mengatur lalu lintas orang-orang yang datang ke tempat khusus itu. Ada yang memanggil nama-nama peserta dengan menggunakan pengeras suara, ada juga yang berjaga-jaga di pintu masuk, sambil mencocokkan sebuah kertas yang dibawa orang-orang menuju tempat itu. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pamekasan terlihat memantau dengan serius proses kegiatan itu.

“Ini adalah simulasi pemungutan suara dan penghitungan suara di tempat pemungutan suara (TPS) yang akan digelar 27 Juni 2018 untuk Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan, serta Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur,” ujar Ketua KPU Pamekasan Moh Hamzah.

Simulasi itu digelar, agar penyelenggara pemilu, mulai dari kabupaten, kecamatan, desa, hingga di tingkat kelompok penyelenggara pemungutan suara pahan tentang teknik penyelenggaran sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan KPU.

Sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 8 Tahun 2018 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota, TPS sebenarnya dapat diadakan di ruang terbuka dan/atau ruang tertutup, dengan ketentuan, terdapat tempat duduk ketua KPPS dan anggota KPPS, Pemilih, dan Saksi dapat diberi pelindung terhadap panas matahari, hujan, dan
tidak memungkinkan orang lalu lalang di belakang Pemilih pada saat memberikan suara di bilik suara, atau apabila di ruang tertutup, luas TPS harus mampu menampung pelaksanaan rapat Pemungutan dan Penghitungan Suara di TPS, dan posisi Pemilih membelakangi tembok/dinding pada saat memberikan suara di bilik suara.

Apabila dalam pelaksanaan Pemungutan dan Penghitungan Suara dilakukan dalam keadaan kurang penerangan, perlu ditambah alat penerangan yang cukup. TPS juga harus dilengkapi dengan sarana dan prasarana, seperti ruangan atau tenda, alat pembatas, papan pengumuman untuk menempel daftar Pasangan Calon yang memuat visi, misi, dan program serta biodata singkat Pasangan Calon, dan salinan DPT, tempat duduk dan meja ketua dan anggota KPPS, meja untuk menempatkan kotak suara dan bilik suara, tempat duduk Pemilih, Saksi, PPL atau Pengawas, TPS dan Pemantau Pemilihan, dan
harus dilengkapi dengan alat penerangan yang cukup.

Pada simulasi yang digelar di halaman KPU Pamekasan itu, semua kelentuan itu dilengkapi, dengan harapan nantinya bisa dicontoh oleh masing-masing petugas penyelenggara pemilu di masing-masing TPS se-Kabupaten Pamekasan.

Petugas penyelenggara pemilu, yakni KPPS`menyiapkan dan mengatur, tempat duduk Pemilih yang menampung paling sedikit 25 (dua puluh lima) orang, yang ditempatkan di dekat pintu masuk TPS, meja dan tempat duduk ketua KPPS, anggota KPPS Kedua dan anggota KPPS Ketiga, lalu meja dan tempat duduk anggota KPPS Keempat dan KPPS Kelima, di dekat pintu masuk TPS.

Sedangkan tempat duduk anggota KPPS Keenam di dekat kotak suara, tempat duduk anggota KPPS Ketujuh di dekat pintu keluar TPS, dan tempat duduk untuk Pemilih, Saksi dan PPL atau Pengawas TPS yang ditempatkan di dalam TPS, dan untuk Pemantau Pemilihan ditempatkan di luar TPS.

Meja untuk tempat kotak suara yang ditempatkan di dekat pintu keluar TPS, dengan jarak kurang lebih 3 (tiga) meter dari tempat duduk ketua KPPS dan berhadapan dengan tempat duduk Pemilih, meja kotak suara tidak terlalu tinggi sehingga kotak suara bisa dicapai oleh umumnya Pemilih, dan Pemilih yang menggunakan kursi roda. Sedangkan bilik suara yang ditempatkan berhadapan dengan tempat duduk ketua KPPS dan Saksi, dengan ketentuan jarak antara bilik suara dengan batas lebar TPS paling sedikit 1 (satu) meter. Meja tempat bilik suara, dibuat berkolong di bawah meja yang memungkinkan Pemilih berkursi roda dapat mencapai meja bilik suara dengan leluasa, papan pada saat Pemungutan Suara ditempatkan di dekat pintu masuk untuk memasang, dan daftar Pasangan Calon yang memuat visi, misi, dan program serta biodata singkat Pasangan
Calon, dan salinan DPT.

Sedangkan papan digunakan untuk memasang formulir Model C1.Plano-KWK pada saat Penghitungan Suara. Papan nama TPS ditempatkan di dekat pintu masuk TPS di sebelah luar TPS, dan tambang, tali, kayu atau bambu untuk membuat batas TPS. Apabila jumlah anggota KPPS kurang dari 7 (tujuh) orang, tugas dan tempat duduk ketua KPPS dan masing-masing anggota KPPS ditetapkan oleh ketua KPPS.

Dalam simulasi itu juga diperagakan tentang perlengkapan yang dibutuhkan seperti kotak suara, Surat Suara, tinta, bilik pemungutan suara, segel, alat untuk memberi tanda pilihan dan TPS. Begitu pula dengan dukungan perlengkapan lainnya sampul kertas, tanda pengenal KPPS, petugas keamanan dan Saksi, karet pengikat Surat Suara, lem/perekat, kantong plastik, ballpoint, gembok, spidol, formulir, stiker nomor kotak suara, tali pengikat alat pemberi tanda pilihan, alat bantu tuna netra, daftar Pasangan Calon yang memuat visi, misi, dan program serta biodata Pasangan Calon, serta salinan DPT.

Jenis dan jumlah perlengkapan Pemungutan dan Penghitungan Suara di TPS seperti Surat Suara sebanyak jumlah Pemilih yang tercantum dalam DPT dan Surat Suara Cadangan sebanyak 2,5% (dua koma lima persen) dari jumlah Pemilih yang tercantum dalam DPT untuk setiap TPS, lalu tinta paling banyak 2 (dua) botol, sampul kertas sebanyak 2 (dua) jenis, yaitu sampul kertas yang disegel dan sampul kertas kosong, dan segel sebanyak 19 (sembilan belas) buah.

Berikutnya adalah kotak suara sebanyak 1 (satu) buah pada setiap TPS
untuk setiap jenis Pemilihan, lalu bilik suara paling sedikit 2 (dua) buah dan alat untuk memberi tanda pilihan sebanyak 1 (satu) set pada setiap bilik Pemungutan Suara, yang berupa paku, bantalan/alas coblos, tali pengikat alat coblos dan meja.

Ketentuan Suara Sah
Di Kabupaten Pamekasan ada dua pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan yang akan bersaing memperebutkan dukungan masyarakat pada Pilkada yang akan digelar 27 Juni 2018.

Kedua pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan itu, masing-masing pasangan Badrut Tamam dan Raja’e (Berbaur) dengan nomor urut 1, serta pasangan calon KH Kholilurrahman dan Fathor Rohman (Kholifah) dengan nomor urut 2.

Kedua pasangan tersebut masing-masing didukung empat partai politik (parpol) berbeda, Berbaur diusung dan didukung PAN, Partai Gerindra, PKB dan PKS. Sedangkan paslon Kholifah didukung empat parpol lainnya, meliputi Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai NasDem dan PPP.

Surat suara dianggap sah, apabila terdapat tanda coblos dalam kotak masing-masing pasangan calon. Coblos suara hanya satu padangan calon, dan tidak boleh dua-duanya. (KPU PAMEKASAN)