PPK Proppo Klarifikasi Foto di Jejaring Sosial

KPU PAMEKASAN – Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Proppo, Kabupaten Pamekasan mengklarifikasi foto anggotanya Daman Huri, SH yang beredar di jejaring sosial facebook dengan simbol tangan bersilang di dada dan foto dengan tanda jempol.

Ketua PPK Proppo Yolies Yongky Nata menjelaskan, foto dengan simbol “sehati” dan simbol “jempol” itu, bukan bentuk dukungan pada calon bupati ataupun wakil bupati tertentu, karena foto itu diambil sebelum ada penetapan calon bupati.

“Itu yang pertama. Kedua, foto itu dimaksudkan sebagai bentuk luapan kegembiraan, saat yang bersangkutan hendak dilantik menjadi anggota PPK oleh KPU Pamekasan kala itu,” katanya.

Anggota PPK Proppo, yakni Daman Huri bersama anggota PPK di kecamatan lain, berfoto dengan dua simbol, yakni simbol “sehati” yang kini diasosiasikan dengan bakal calon tertentu sebagai simbol politiknya, dan jempat yang juga diasosiasikan dengan bakal calon tertentu pula.

Hanya saja, yang menyebar di jejaring sosial facebook, hanya foto dengan simbol “sehati”, dan foto itu menjadi viral. “Akhirnya, timbul anggapan bahwa anggota kami di Kecamatan Proppo, mendukung pasangan tertentu. Padahal fotonya dengan dua simbol,” ujar Yongky.

Ketua PPK Proppo Yolies Yongky Nata lebih lanjut menjelaskan, memang ada ketentuan, penyelenggara pemilu di berbagai tingkatan dilarang untuk memberikan “like” pada gambar atau kampanye pasangan calon bupati dan wakil bupati di jejaring sosial, termasuk berfoto dengan sengaja sebagai bentuk dukungan pada calon bupati dan wakil.

Ketentuan ini berlaku, apabila Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan pasangan calon. Ketentuan ini, sebagai bentuk independensi etis penyelenggara pemilu, baik PPK, PPS ataupun KPU agar menjadi netralitas dalam pelaksanaan pilkada. “Selama belum ada ketetapan, tentunya tidak bisa,” katanya, menjelaskan. (PPK PROPPO PAMEKASAN)